Hari
Ini
  • 1904Catatan sejarah singkat pertama untuk tanggal ini.
  • 1934Tokoh, peristiwa, atau arsip penting bisa ditulis di sini.
  • 1946Gunakan widget HTML ini untuk memperbarui daftar manual.
advertisement
Blog Kita
Semua Hal Menarik yang ada disekitar kamu

Isi dan Sistematika Al-quran



Al-quran yang menjadi sumber nilai dan norma umat Islam itu terbagi ke dalam 30 juz (bagian), 114 surah (surat:bab) lebih dari 6000 ayat, 74.499 kata atau 325.345 huruf (atau lebih tepat dikatakan 325.245 suku kata kalau dilihat dari sudut pandang bahasa Indonesia). Al-quran tidak disusun secara kronologis. Lima ayat pertama diturunkan di gua Hira’ pada malam 17 Ramadhan tahun pertama sebelum Hijrah atau pada malam Nuzulul Quran ketika Nabi Muhammad berusia 40-41 tahun, sekarang terletak di surat al-Alaq (96):1-5. Ayat terakhir yang diturunkan di padang Arafah, ketika Nabi Muhammad berusia 63 tahun pada tanggal 9 Zulhijjah tahun ke-10 Hijriah, kini terletak di surat Al-maidah (5):3.

Al-quran yang terdiri dari 30 Juz , 114 surah, 6326 ayat itu, sistematikanya ditetapkan oleh Alla sendiri melalui malaikat Jibril yang disampaikan kepada RasulNya Muhammad. Allahlah yang menentukan kemana ayat yang turun kemudan disisipkan di antara ayat yang turun lebih dahulu. Sistematikanya tidak seperti sistematika buku (ilmiah), mengikuti merode tertentu, suatu masalah dibicarakan dalam beberapa bab, bagian dan butir-butir. Oleh Karena itu, kalau kita membaca Al-quran, masalah akidah misalnya, berdampingan dengan soal hokum sejarah umat yang lalu disatukan dengan nasihat, dorongan atau tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di Alam semesta. Soal perang berurutan dengan meminum minuman yang memabukkan, perjudian, pemeliharaan anak yatim dan perkawianan dengan orang musyrik seperti yang dapat dibaca dalam surat Al baqarah (2) :216-221.

Maksud sistematikanya demikian adalah agar orang mempelajari dan memahami Al-quran sebagai satu kesatuan yang harsu ditaati pemeluk Agama Islam secara keseluruhan tanpa memilah-milah (bagian) yang satu dengan dengan bagian yang lain. Dengan penyusunan seperti yang disebutkan diatas, jelas Al-quran bebeda dengan kitab susunan manusia. Memang tidak dapat atau tidak boleh disamakan karena selain isi, juga tujuannya berbeda-beda. Isi kitab susunan manusia adalah hasil penalaran insan, tujuannya untuk menjelaskan suatu masalah kepada manusia di suatu tempat pada suatu masa, sedangkan Al-quran yang disusun oleh Allah berisi wahyu (petunjuk-Nya) untuk pedoman hidup dan kehidupan manusia dimana saja sepanjang masa.


Ali Mohammad Daud, 1998, Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada

Post a Comment