Hari
Ini
  • 1904Catatan sejarah singkat pertama untuk tanggal ini.
  • 1934Tokoh, peristiwa, atau arsip penting bisa ditulis di sini.
  • 1946Gunakan widget HTML ini untuk memperbarui daftar manual.
advertisement
Blog Kita
Semua Hal Menarik yang ada disekitar kamu

Kandungan Pokok Al-quran




Jika dikaji sejarah turunnya wahyu yag kini dihimpun dengan baik dalam Al-quran, dapat disimpulkan bahwa al-quran yang turun sedikit demi sedikit selama (dibulatkan) dua puluh tiga tahun itu sinya antara lain adalah

1  Petunjuk mengenai akidah yang harus diyakini oleh manusia.
Petunjuk akidah ini berintikan keimanan akan keesaan Tuhan , dan kepercayaan kepastian adanya hari kebangkitan, perhitungan serta pembalasan kelak.

2  Petunjuk mengenai syariah
Yaitu jalan yang harus diikuti manusia dalam berhubungan dengan Allah dan dengan sesame insan demi kebahagian hidup manusia di dunia ini dan di akhirat kelak.

3    Petunjuk tentang akhlak
Mengenai yang baik dan buruk yang harus diindahkan oleh manusia dalam kehidupan, baik kehidupan individual maupun kehidupan social.
Selain yang tiga ini, yang dimuat dalam Al-quran sebagai sumber sejarah adalah

4  Kisah umat manusia di zaman lampau
Didalam Al quran surat Saba’ (34) ayat 15,16,17 diceritakan tentang nasib kaum saba’ yang hidup makmur pada suatu masa di sebuah negeri , kabarnya di Yaman sekarang. Namun karena mereka berpaling (meninggalkan ajaran agama) dan tidak mensyukuri karunia Illahi, Allah menghukum mereka dengan mendatangkan banjir (besar) sehingga kebun dan tanaman mereka rusak binasa. Allah kemudian mengganti kebun yang rusak itu dengan kebun (lain) yang ditumbuhi phon –pohon yang berbuah pahit(rasanya). Selain mengenai kaum saba’, Al-quran mengisahkan juga pengikut Nabi Luth yang melakukan hubungan kelamin sesama laki-laki (sejenis) bukan dengna istri mereka sendiri. Perbuatan kaum nabi Luth ini sama dengan homoseksualitas (hubungan kelamin sesama laki-laki atau sejenis) sekarang, yang telah menimbulkan penyakit kutukan yang bernama AIDS. Allah tidak menyukai perbuatan yang menyimpang dari Sunnah-Nya dan menghukuam pelakunya dengan menurunkan hujan (batu) sehingga mereka binasa. Kisah umat Nabi Luth ini dimuat dalam Al-quran surat asy syu’ara ayat 160-175. Kisah-kisah umat manusia di masa lalu disebutkan dalam Al quran untuk dijadikan iktibar (contoh pelajaran) oleh manusia yang hidup sekarang. Al quran juga memuat

5  Berita tentang zaman yang akan datang
Tentang ini akan di kaji kehidupan akhir manusia yang disebut kehidupan akhiirat. Kehidupan akhirat dimulai dengan peniupan sangkakala (terompet) oleh malaikat Israfil yang bertugas meniup sangkakala itu. “Apabila sangkakala pertama ditiupkan , diangkatlah bumi dan gunung-gunung , lalu keduanya dibenturkan sekali bentur. Pada hari itu terjadilah kiamat dan terbelahlah langit.” Demikian  (lebih kurang)  bunyi terjemahan ayat Al quran surat Al Haqqah (69): 13-16. Menurut surat Az Zumar (39) kalimat kedua ayat 68,

 “Kemudian ditiupkan sangkakala seklai lagi, tiba-tiba mereka (semua yang telah mati dibangkitkan dan) berdiri menunggu putusan Tuhan terhadap diri mereka masing-masing).” 

Selain kedua ayat tersebut, banyak ayat Al quran yang berbicara tentang kehancuran alam semesta, matahari dan gunung-gunung hancur menjadi debu yang berterbangan bagaikan kapas, dan sebagainya. Semuanya hancur total, tidak hanya hancur bagian tertentu saja. Demikian juga mengenai orang mati, tersebut diatas, yang dihidupkan kembali pada hari kiamat. Dalam Al quran sura al-Hajj (22) ayat 5-7 Allah berfirman (terjemahannya lebih kurang),

 “Hai seluruh manusia , kalau kamu meragukan hari kebangkitan, sadarilah bahwa kami telah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari air mani yang menjadi segumpal darah, kemudian menjadi segumpal daging yang sempurna penciptaannya, agar kami jelaskan kepadamu bahwa Kami telah tetapkan di dalam Rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu tela ditentukan. Kemudian, Kami keluarkan kamu sebagai bayi(yang berangsur-angsur ) menjadi dewasa. Di antara kamu ada yang diwafatkan (sebelum tua ) ada pula yang dipanjangkan usianya sampai pikun , tidak mengetahui lagi apa yang tadinya diketahuinya. Dan kamu lihatlah bumi yang kering/mati, apabila Kami turunkan air (hujan) di atasnya hiduplah bumi itu (kembali) dan suburlah berbahai tumbuh-tumbuhan yang indah di atasnya. Yang demikian itu terjadi karena sesungguhnya Allah adalah yang Haq (Maha benar) yang (mampu) menghidupkan yang mati. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan hari kiamat (itu) pasti datang. Tidak ada keraguan atasnya, dan Allah membangkitkan semua orang (yang ada) di dalam kubur.” 

Dalam hubungan dengan masalah menghidupkan kembali orang yang telah mati, Allah sering membandingkannya denga menghidupakan kembali tanah kering, tandus/mati dengan siraman air hujan, agar mudah dipahami manusia.

Ali Mohammad Daud, 1998, Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Raja Grafindo      Persada

Post a Comment